Skip to main content

Kebiasaan berawal dari sebuah paksaan


Siapakah aku?
Aku adalah teman tetapmu,
Aku adalah penolongmu yg terbesar,
Atau bebanmu yg terberat,
Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu kedalam kegagalan
Aku sepenuhnya tunduk pada perintahmu
Sebagian hal yg kulakukan mungkin sebaiknya kamu serahkan padaku,
Maka aku akan dapat melakukannya dengan cepat dan tepat

Aku mudah diatur – kamu tinggal TEGAS terhadapku
Tunjukkan padaku bagaimana persisnya kamu ingin sesuatu itu dilaksanakan
Dan setelah beberapa kali belajar
Aku akan melakukannya dengan otomatis
Aku adalah hamba dari semua insane besar, dan sayangnya
Juga hamba dari semua pecundang
Mereka yg besar telah kujadika besar
Mereka yg gagal telah kujadikan pecundang

Aku bukan mesin
Walaupun aku bekerja dengan ketepatan waktu seperti mesin
Ditambah intelejensi manusia
Kamu bisa menjalankan aku demi keuntungan atau demi kehancuran
Tak ada bedanya bagiku

Ambilah aku, latihlah aku, tegaslah terhadapku
Maka aku akan meletakkan dunia dikakimu
Kendorlah terhadapku makan aku akan menghancurkanmu
Sipakah aku?
Aku adalah Kebiasaan
(7 Habits Of Highly Effective Teens – S. Covey)

“Intinya kebiasaan itu terbentuk karena kita memaksa diri untuk berubah, tapi ingat harus TEGAS. Kalau tidak tegas ya bukan memaksakan diri namanya, tapi semau gue hahaha”

Banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jangan suka memaksakan diri nanti kalau dipaksakan malah akhirnya bisa fatal. Apakah benar sampai sengeri itu ya? Coba deh sekarang kita pikirkan bersama-sama, segala sesuatu yg kita lakukan itu semua berasal dari paksaan, entah itu hal buruk atau hal baik. Misalnya kita tidak terbiasa tidur siang namun tiap hari kita paksakan untuk tidur siang, dan tiap hari kita melakukan hal itu pada jam yg sama, maka secara otomatis tubuh akan mengikuti pola dan cara hidup kita yang baru, bukan? Itu adalah salah satu contoh sederhana di kehidupan kita. 

Contoh lain, misalnya, saya adalah seseorang yang sangat pemalas, tidak suka belajar dan sangat membenci buku. Kemudian suatu ketika saya mendapatkan sebuah motivasi untuk meraih sesuatu dimana untuk meraih hal tersebut saya diwajibkan untuk belajar dengan giat. Lalu saya berencana untuk mengubah cara hidup saya, saya mulai membuat jadwal untuk belajar dari pukul 3 pagi sampai subuh. Hari pertama saya bisa bangun jam 3, lalu belajar, tapi pasti tidak sampai satu jam saya sudanh mengeantuk, kenapa? Karena tubuh kita sudah terbiasa pada jam-jam tersebut saya sedang tidur, oleh karena itu saya butuh paksaan dari diri saya untuk tidak mengantuk pada jam-jam tesebut bagaimanapun caranya. Entah dengan minum kopi, mandi, cuci muka, dan sebagainya. 

Memaksakan diri yg menuntut kita menjadi pribadi lebih disiplin itu justru sangat dianjurkan. Tapi jangan memaksakan orang lain untuk menjadi lebih disiplin karena paksaan tersebut harus datang dari dirinya sendiri. Kecuali jika memang orang yg ingin kita paksa itu masih balita atau masih anak-anak yg membutuhkan bimbingan orang tua maka orang tualah yg wajib memaksa anaknya hidup lebih disiplin. Yaudah konteks kita sekarang bukan untuk anak-anak ya tetapi untuk mereka yg memang sudah cukup usia dan bisa menentukan sebagian jalan hidupnya J

Jadi saya ulangi bahwa paksaan itu tidak sesempit yg kita pikir sebelumnya. Kita memaksakan diri untuk hal-hal yg baik, why not? Dan memaksakan diri bukan berarti saya harus melakukan sesuatu yg saya tidak suka, namun memaksakan diri yg dianjurkan adalah memaksakan diri akan sesuatu yg kita butuhkan namun belum bisa terapkan dalam kehidupan sehari-sehari.
Saya tidak bilang itu mudah, tapi saya juga tidak bilang kalau itu tidak mungkin. Seperti pada kutipan yang saya tulis di bagian awal bahwa tubuh kita itu sepenuhnya tunduk terhadap perintah kita, dan jika kita memberikan perintah yg sama secara berkala maka secara otomatis tubuh kita akan melakukannya sendiri, bukan? Saya tau memang tidak mudah, sangat susah, dan sangat menyakitkan. Tapi kan hanya susah untuk sesaat.

Coba deh sekarang nulis nama kamu pakai tangan kanan, pasti lancar kan? Nah sekarang nulisnya pake tangan kanan? Dan bandingkan tulisan yg pake tangan kanan sama tangan kiri. Tulisan yg pake tangan kanan pasti bisa rapi, bagus, dan cepat kalau yang pake tangan kiri pasti jelek, lambat,  ada yg salah, dan saat menulis ada rasa keraguan karena takut terbalik hurufnya. Hahaha… itulah perubahan: lambat, kadang salah, kadang ragu, daaannn hasilnya kadang jelek. [f]

Comments

  1. Masyaallah..
    Menggugah jiwa seorang yg pemlas seperti saya untuk lebih mengoptimalkan waktu dan merubah kebiasaan burukku..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BEASISWA ICCR INDIA UNTUK S1-S3 TAHUN 2019-2020

Beasiswa Indian Council for Cultural Relations (ICCR) 2019-2020
Assalamu'alaikum teman-teman :) Mudah-mudahan teman-teman selalu sehat dan masih semangat ya karena saat yang selalu ditunggu-tunggu telah tiba. Yes, benar sekali. Beasiswa pemerintah India ICCR untuk jenjang S1-S3 tahun 2019-2020 akhirnya dibuka. Sudah banyak teman-teman yang menyapa saya di email dan Instagram untuk menanyakan perihal ICCR ini. Baiklah tanpa basa-basi lagi kita mulai saja ya.
Sekilas Tentang ICCR  Ternyata masih banyak juga teman-teman yang bertanya ke saya "Kak, ada gak sih beasiswa buat ke India?" dan semacamnya. Bagi yang belum kenal dengan Beasiswa ICCR, berikut saya utarakan lagi ya teman-teman. Indian Council for Cultural Relations (ICCR) adalah sebuah badan pemerintahan dibawah Ministry of Foreign Affairs (a.k.a Kemlu). Salah satu program ICCR adalah penyediaan beasiswa belajar di India untuk semua jenjang S1, S2, S3, dan Research untuk semua jurusan kecuali Kedokteran (Medicine) d…

[FAQ] Mencari Tempat Tinggal di India

Pertanyaan seputar mencari tempat tinggal di India dalam rangka studi merupakan salah satu pertanyaan yang cukup populer. Saya juga baru menyadari bahwa saya belum pernah membuat tulisan terkait hal tersebut. Jadi bagi teman-teman yang sedang istikharah untuk studi di India, mari kita belajar dulu ilmu mencari tempat tinggal disini.

Artikel ini berjudul 'mencari tempat tinggal' karena memang dikhususkan untuk teman-teman yang siapa tahu nanti kampus nya tidak menyediakan asrama (hostel) seperti kampus-kampus saya. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman selama saya sekolah di Delhi dan Hyderabad namun informasi yang tertulis bersifat umum.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, saya ingin menyampaikan bahwa untuk teman-teman yang hendak belajar di kampus India, alangkah baiknya mencari informasi dahulu apakah kampus memfasilitasi hostel bagi mahasiswa asing. Informasi bisa didapatkan melalui website kampus atau bertanya langsung kepada mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di …

A Poem on Humanity : The Rotating Sphere

This world already lacks of love and humanity. Do not live in that kind of world. Build your own world. Decorate it with love, joy, and humanity, and live in it. That is the actual world. The prior is fake, or you can nickname it, The Rotating Sphere. If your own world does not have those accessories, then where will you run when the sphere becomes totally loveless?
We are too busy running for president, or striving for Nobel Prize by discovering more galaxies, or memorizing a hundred digits of Pi. We describe it as civilization. But pity, within us, are uncivilized.
Be on The Mother Earth. Stay on Her lap. But do not live it. Live what is within, and you will be more humane.
****

I love poems since I was 15. I love reading them, but never confident enough to write my own. But when I find the right time, idea, and sense, all those three combinations will suffice to drive me to write one. Most of the time, I will just keep my sketchy poems for myself.

The Rotating Sphere, I think, deserves for publicati…