Tips Gaya Belajar #3 (Kisnestetik)

5:49 PM Add Comment
Tips Gaya Belajar #3 (Kisnestetik)
Berikut sekilas tentang Kinesthetic Learner versi ELS, lanjutan dari Tips Gaya Belajar #2 (Auditori)

Ciri-Ciri:
Dilihat dari namanya saja sudah ketahuan kalau Kinesthetic Learner itu learning best by doing. Mereka bisa belajar lebih baik jika bisa memegang benda tersebut secara nyata. Misalnya belajar tentang anatomi tubuh nereka akan belajar dengan cepat jika mereka mempunyai patung alat peraga. Contoh lain ketika belajar tentang sosial mereka akan belajar lebih baik ketika mereka langsung turun ke masyarakat mengamati sendiri permasalahan sosial dan membantu menyelsaikannya ketimbang hanya sekedar teori. Kinesthetic Learner lebih suka dengan objek nyata ketimbang hanya gambar, diagram, tulisan, maupun deskripsi akan suatu hal.

Saran Belajar:
  • Ketika membaca, gunakan jarimu untuk menunjuk ke buku
  • Sering-sering membuat ringkasan textbook, hand out dari guru, dengan MENULIS TANGAN di buku catatanmu
  • Jika belajar sesuatu harus mencoba dengan tanganmu sendiri paling tidak sekali, jangan hanya melihat saja.
  • Gunakan gerakan-gerakan ketika belajar, misal saat belajar sambil menggerak gerakkan kaki atau tangan. Kalau bisa konsentrasi sambil mendengarkan musik ya pake musik
  • Tuangkan ide menjadi object material yang nyata


Itu adalah akhir dari postingan tentang Tips Gaya Belajar. Bahkan sampai saat ini saya juga tidak tahu termasuk dalam kategori mana belajar saya. Namun biasanya saya akan menggunakan ketiganya. Biasanya setelah saya membaca textbook atau buku pelajaran saya akan membuat ringkasan, setelah itu saya akan mencoba mengerjakan soal-soal jika materi hitungan, atau mulai mencari video-video tentang objek tersebut jika materi tentang biologi. Oh iya, membaca materi yang sama dalam bahasa yang berbeda juga akan sangat membantu kamu lho. Karena saya termasuk orang bahasa (menurut tes IQ) saya biasanya membaca materi yang berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kalau lagi males browsing ya saya pinjam buku pelajaran billingual di perpustakaan haha... Selamat Mencoba :) 

Tips Gaya Belajar #2 (Auditori)

6:27 PM Add Comment
Tips Gaya Belajar #2 (Auditori)
Berikut sekilas tentang Visual Learner versi ELS, lanjutan dari Tips Gaya Belajar #1 (Visual)

Ciri-Ciri:

  • membaca dengan bersuara keras
  • lebih paham jika belajar dengan diskusi
  • lebih mudah mengingat ketika guru menjelaskan
  • senang bicara sendiri
  • saat pelajaran lebih senang dijelaskan secara langsung dari pada sekedar power point (cara mengajar guru-guru malas jaman sekarang)
Saran Belajar:
  • buatlah rekaman audio saat guru menjelaskan
  • belajar dengan berkelompok dan berdiskusi
  • buatlah rekaman suaramu saat membaca materi dengan keras
  • bacalah soal dengan bersuara, tapi jangan keras-keras nanti peserta ujian lain terganggu :D

Tips Gaya Belajar #1 (Visual)

6:05 PM Add Comment
Tips Gaya Belajar #1 (Visual)
Saya dapat info tentang gaya belajar model Visual Learner dari sebuah PDF berbahasa Inggris yang berjudul Academic Study Skills yang diterbitkan oleh ELS Pro System. PDF ini sangat ringkas dan menurut saya merupakan pegangan wajib bagi yang mau belajar efektif. Kalau ada yang mau PDF nya silakan kirim massage ke facebook saya. Berikut sekilas tentang Visual Learner versi ELS plus Lehigh University.

Ciri-ciri:
  • senang belajar dengan gambar dan diagram
  • saat dikelas lebih senang jika guru banyak mencatat di papan tulis
  • mencoba mengingat dengan cara membayangkan
  • visual learner senang belajar dengan textbook dan dia akan mencatat materi tersebut di buku catatan dengan lebih detail lagi
  • belajar mengandalkan textbook
Saran Belajar:
  • garis bawahi/men-stabilo/melingkari hal-hal yg penting
  • bandingkan catatan milik sendiri dengan catatan milik teman
  • buatlah sebuah gambar untuk mengilustrasikan sebuah konsep
  • gunakan warna-warna yang berbeda untuk konsep materi yang berbeda
  • selalu membawa buku catatan untuk menuliskan hal-hal penting ketika pelajaran
  • tuliskan kembali hal-hal penting yang sudah digaris bawahi/distabilo

Kisah Inspiratif : Cara Berfikir Sarjana

12:19 AM 1 Comment
Kisah Inspiratif : Cara Berfikir Sarjana
Tak adil jika hanya 'otak' yang ber-gelar. Mental pun layak punya gelar. Saya ingat cerita guru saya, guru Fisika, tentang temannya yang mempunya kemampuan jauh dibawah beliau. Ketika tes masuk PTN teman beliau  mengambil Fakultas Peternakan di UGM, guru saya agak sedikit meremehkan fakultasnya. 

Suatu ketika setelah wisuda dan mendapatkan pekerjaan guru saya mendapat kabar bahwa temannya itu bekerja sebagai cleaning service di PT Japfa Comfeed Indonesia, perusahaan yang disetir oleh Jepang. Guru saya iseng mampir ke tempat kerjanya dengan mengenakan kaos, celana panjang biasa, sandal jepit, dan motor. Ketika sampai di tempat:
Pak Guru: "Permisi pak, saya ingin bertemu pak 'anu', katanya bekerja disini, ya?"
Satpam: "Iya, benar, bapak siapa?"
Pak Guru: "Saya teman SMA nya. Pak 'anu' katanya cleaning service di perusahaan ini, ya? "
Satpam: "Oh, maaf, bukan, Pak 'anu' direktur utama di perusahaan ini. Mungkin bapak salah orang."
Guru saya kaget dan langsung pulang mengganti baju santai nya dengan jas formal, dasi, sepatu, dan menggunakan mobil. Satpam terlihat heran.

Setelah bertemu dengan temannya dan berbincang sangat lama, sang direktur langsung bercerita bagaimana dia bisa mendapatkan jabatan utama di perusaan besar tersebut. Dari sekian panjang cerita hidupnya, kata-kata yang paling 'mengena' adalah, "Kalau dipikir-pikir saya sia-sia sekolah mahal di UGM, karena yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah orang yang mempunyai cara berfikir seperti sarjana. Saya bisa mengalahkan sekian ribu sarjana bukan karenaa gelar sarjana saya namun karena cara berfikir saya yang seperti sarjana Karena banyak sekali sarjana yang berfikir masih seperti anak-anak."

Saya punya sebuah kisah nyata tentang kehidupan juga, kisah ini saya tulis ulang dari buku berjudul Kisah-Kisah Inspiratif Anak Bangsa yang diterbitkan oleh Antara Publishing. Ada seorang perempuan asal Bantul, dia hebat, sebut saja K. Ayahnya bekerja sebagai tukang becak, sang ibu bekerja menjadi penjual jamu gendhong. Walaupun dia hanya lulusan SD namun cita-citanya seperti seorang sarjana hebat, dia ingin memajukan pendidikan di wilayahnya karena di daerahnya kesadaran akan ilmu sangatlah rendah, K saja juga hanya lulusan SD. Dia senang sekali membaca dan mengumpulkan buku, dia selalu membantu orang tuanya bekerja dan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli buku bekas di pasar loak. Ketika dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga, gajinya selalu ia gunakan untuk membeli buku. Dia juga menjadi TKI saat usia muda dan gajinya pun juga untuk membeli buku. 

Dia sangat hobi mengumpulkan buku sejak dia masih sangat muda, hingga akhirnya buku yang ia kumpulkan berjumlah hampir ribuan. Akhirnya pada suatu ketika dia membuka sebuah perpustakaan keliling, saat itu dia gunakan sepeda untuk membawa buku-bukunya. Dia bisa mengayuh hingga ke daerah pedalaman untuk 'menjajakan' buku-bukunya, dia sangat bertekat menyadarkan kepada masyarakatnya akan pentingnya pendidikan. Tidak hanya itu saja, dia membuka warung dirumahnya, dan disamping warungnya di pajanglah buku-buku, sehingga anak-anak yang ikut orang tuanya berbelanja di warung bisa menunggu sambil membaca buku di tikar yang sudah ia gelar. Tuhan selalu turun tangan melihat hambaNya yang sangat gigih berusaha. Warung bacaan yang dibuka menjadi buah bibir di masyarakat, tidak sedikit yang memberikan sumbangan demi kemajuan warung membaca dan kemajuan kesadaran akan pendidikan di daerahnya. Banyak yang menyumbang buku-buku, tikar, kursi-kursi, bahkan uang. Namun K tidak pernah menggunakan untuk keperluan pribadinya, baginya uang itu adalah amanah, yang harus digunakan sebagaimana mestinya. 

Akhirnya lahirlah nama "Warabal" atau Warung Baca Lebak Wangi. Hingga saat ini buku yang sudah tersedia ada 8.515 diluar buku pelajaran dan majalah, tersedia pula alat peraga, tujuh unit komputer yang berjajar rapi. Sekarang tempat itu menjadi sangat ramai, setiap Senin-Jum'at pagi Warabal digunakan untuk sekolah usia dini (PAUD), siang-sore digunakan untuk anak-anak SD belajar mengaji dan kursus komputer, sedangkan malah hari digunakan oleh anak-anak SMP, SMA, hingga mahasiswa untuk belajar sendiri maupun belajar kelompok. Pada hari Sabtu ada juga kursus Bahasa Inggris, Matematika, dan Fisika oleh 16 guru relawan. Biaya kursus sangat murah yaitu seribu rupiah per pertemuan sedangakn kursus komputer hanya duribu rupiah per pertemuan. Jumlah murid sudah sekitar 400 lebih. K sering mendapat penghargaan dan pernah pula menjadi pembicara di FIlipina.

Kesimpulan sangat singkat sekali. walaupun K hanya lulusan SD namun dia punya mental dan pemikiran seperti seorang sarjana. Dia senang sekali membaca dan selalu haus akan ilmu yang kebanyakan sifat itu diadopsi oleh para sarjana. Cara berfikir dia, ingin mengembangkan kesadaran pendidikan didaerahnya, juga merupakan cara pikir seorang sarjana. Hampir sangat sulit sekali menemukan seseorang lulusan SD yang punya cita-cita sedemikian hebatnya. Malahan sarjana jaman sekarang mungkin malah tidak sempat memikirkan pendidikan di daerahnya, benar bukan?

Nah, sudahkah kamu berfikir dan bertindak layaknya seorang sarjana? :)

Cara Memberikan Kesan Baik Kepada Seseorang

5:54 PM Add Comment
Cara Memberikan Kesan Baik Kepada Seseorang
Materi ini saya dapat dari buku karangan Les Giblin yang berjudul Skill With People. Bukunya tipis dan murah, isinya berbobot dan sangat bagus. Namun sepertinya sudah langka buku ini, karena  saya membeli buku ini sewaktu saya umur 14 tahun haha.Tulisan ini tidak sepenuhnya saya ketik ulang namun saya edit dan saya tambah yang sekiranya penting serta saya sesuaikan dengan kondisi.

Cara ini sangat baik diterapkan ketika kamu berkenalan dengan orang atau bertemu dengan orang untuk pertama kalinya. Bisa juga kamu terapkan saat ingin bertemu dengan orang penting supaya orang penting tersebut menghargai anda. Langsung saja kita simak apa sih yang membuat Les Giblin bisa mempengaruhi saya supaya mem-posting materi ini, yaudah deh, cuss...!!

1. Tidak hanya manusia, hubungan antar manusia juga punya sifat. Ada hubungan yang bersifat harmonis, dingin, panas, manis, ... Nah, kesan pertama yang kita berikan kepada orang lain sangat menentukan sifat hubungan nantinya. Jadi, ingat, buatlah pertemuan pertama menjadi terkesan baik pada orang lain

2. Dalam detik pertama, saat kamu pertama kali berkontak mata dengan orang lain, daann sebelum kamu mengatakan 'Hai', 'Hey', 'Wow', 'Hallo', 'Hhmm', intinya sebelum kamu mengatakan sesuatu berikan senyuman tulus kepada orang lain dan ajaibnya tanpa kamu minta orang lain akan membalas senyumanmu dan itu akan memberikan kesan baik pada orang lain tanpa kita sadari.

3. Oh iya, nada suara dan ekspresi wajah kamu amat sangat penting  karena itu menunjukkan pemikiran-pemikiranmu yang lebih dalam.

So, saat kamu bertemu dengan orang lain, TERSENYUMLAH sebelum kamu memcahkan keheningan antara kamu dan lawan bicara. 

Semoga Bermanfaat :)