Skip to main content

Beasiswa Luar Negeri TOEFL Cuma 500, Mau?


Beasiswa ICCR (India) untuk S1, S2, dan S3

Baca juga : 

Salah satu berita yang cukup menggembirakan bagi para pecinta Bollywood adalah, India menyediakan beasiswa pendidikan yang menurut saya cukup komplit dan tidak terlalu sulit persyaratannya. Alasan saya dulu kenapa memilih India sebagai tujuan belajar S1 saya adalah karena saat itu kemampuan Bahasa Inggris saya masih pas-pasan. Saat itu saya berfikir, karena Bahasa Inggris saya pas-pasan maka saya mencari negara dimana Bahasa Inggris bukanlah bahasa utama negara tersebut namun bahasa pengantar pendidikan adalah dengan Bahasa Inggris. Setelah sekian lama mengkaji di internet akhirnya ketemulah dengan India. Jujur saya belum cukup nyali kalau untuk mendaftar S1 di Eropa, sehingga menurut saya, sebagai pemanasan, S1 cukup di Asia saja dan nanti S2 bisa di Eropa hehe...

Beasiswa kuliah di India saat ini paling populer adalah GSS atau General Scholarship Scheme oleh lembaga dibawah naugan Ministry of External Affair yakni Indian Council for Cultural Relations (ICCR). Beasiswa ICCR diberikan untuk hampir semua negara-negara berkembang dengan total hampir 500 kursi. Untuk Indonesia sendiri mendapatkan kursi sebanyak 20 dari mulai S1 sampai S3. 

Beberapa kelebihan ICCR dari lembaga penyedia beasiswa yang lain:

  1. Syarat TOEFL hanya 500. Jarang sekali ada negara yang hanya mensyaratkan TOEFL minimal 500. Hampir rata-rata penyedia beasiswa mensyaratkan skor 550 untuk TOEFL.
  2. Memberikan beasiswa untuk semua jurusan (kedokteran dan kedokteran gigi). Ini memudahkan para pendaftar dalam memilih jurusan. Pada form pendaftaran kita akan diminta mengisi 3 nama jurusan pilihan kita. Saat itu saya memilih : Biomedical Sciences, Microbiology, dan Biochemistry. Akhirnya diterima di pilihan kedua. 
  3. Tes interview cukup mudah, atau kadang bahkan tidak ada interview sama sekali. Namun tetap ada tes Bahasa Inggris dasar yang diadakan di Kedubes India Jakarta. Saat itu Bahasa Inggris saya sangat pas-pasan dan menurut saya tes nya sangat mudah. Jauh lebih sulit tes TOEFL.
  4. Beasiswa yang diberikan juga beasiswa penuh dari mulai pembebasan biaya visa sampai uang SPP, uang saku, uang buku, dsb. Uang saku perbulan sekitar Rs 10,000 atau Rp 2,000,000 (dua juta rupiah)

Syarat berkas yang harus dipenuhi :

  1. Fotokopi ijazah dan transkrip dua pendidikan terakhir yang sudah terlegalisir dengan IPK minimal 2.75.
  2. Melampirkan fotokopi ijazah dan transkrip dua pendidikan terakhir di atas yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan terlegalisir.
  3. Untuk pelamar program doktoral atau post-doktoral maupun arsitektur, melampirkan sinopsis proposal penelitian.
  4. Untuk pelamar performing arts melampirkan video/audio rekaman penampilannya (performance).
  5. Mengisi formulir, proforma dan physical fitness yang menjadi satu bagian dengan formulir (application form).
  6. Melampirkan hasil tes yang menyatakan bahwa kandidat bebas dari HIV/AIDS.
  7. Melampirkan curriculum vitae terbaru (wajib mencantumkan nomor HP dan alamat Email).
  8. Melampirkan fotokopi sertifikat atau hasil tes bahasa Inggris (TOEFL minimal 500 atau IELTS minimal 5.0).
  9. Melampirkan surat rekomendasi dari dua perekomendasi, bisa dari pihak sekolah/universitas ataupun kantor tempat bekerja.
  10. Melampirkan fotokopi passport terbaru (ini tidak wajib, tetapi sangat direkomendasikan

Timeline Pendaftaran 

Biasanya pendaftaran dan pengiriman berkas dimulai setiap bulan November/Desember. Kemudian semua berkas yang memenuhi syaratt akan dipanggil untuk melakukan tes wawancara dan tes Bahasa Inggris sekitar bulan Januari. Pengumuman penerimaan tergantung dari universitas tempat kita mendaftar. Rata-rata yang diterima di Delhi University, Jawaharlal Nehru University, dan Jamia Milia Islamia mendapat LoA (Letter of Acceptance) pada bulan Juli awal karena perkuliahan mulai akhir Juli atau awal Agustus. Sedangkan yang diterima di Osmania University rata-rata bulan Juni awal sudah menerima LoA karena Juni akhir biasanya sudah mulai perkuliahan. 

Saya dulu menerima LoA cukup terlambat, tanggal 29 Juli dan perkuliahan saat itu sudah berlangsung selama 2 minggu. Setelah sampai di India pun kita tidak bisa langsung kuliah karena harus daftar ulang dan lapor diri dan itu memakan waktu sekitar satu minggu lebih.


More Info

Di sebelah kanan blog saya sudah saya sertakan list-list link penting yang bisa menjadi rujukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang beasiswa ICCR. Jika ingin kontak saya langsung bisa ke email saya disini atau Facebook SF Fathurrohmah

Comments

Popular posts from this blog

BEASISWA ICCR INDIA UNTUK S1-S3 TAHUN 2019-2020

Beasiswa Indian Council for Cultural Relations (ICCR) 2019-2020
Assalamu'alaikum teman-teman :) Mudah-mudahan teman-teman selalu sehat dan masih semangat ya karena saat yang selalu ditunggu-tunggu telah tiba. Yes, benar sekali. Beasiswa pemerintah India ICCR untuk jenjang S1-S3 tahun 2019-2020 akhirnya dibuka. Sudah banyak teman-teman yang menyapa saya di email dan Instagram untuk menanyakan perihal ICCR ini. Baiklah tanpa basa-basi lagi kita mulai saja ya.
Sekilas Tentang ICCR  Ternyata masih banyak juga teman-teman yang bertanya ke saya "Kak, ada gak sih beasiswa buat ke India?" dan semacamnya. Bagi yang belum kenal dengan Beasiswa ICCR, berikut saya utarakan lagi ya teman-teman. Indian Council for Cultural Relations (ICCR) adalah sebuah badan pemerintahan dibawah Ministry of Foreign Affairs (a.k.a Kemlu). Salah satu program ICCR adalah penyediaan beasiswa belajar di India untuk semua jenjang S1, S2, S3, dan Research untuk semua jurusan kecuali Kedokteran (Medicine) d…

[FAQ] Mencari Tempat Tinggal di India

Pertanyaan seputar mencari tempat tinggal di India dalam rangka studi merupakan salah satu pertanyaan yang cukup populer. Saya juga baru menyadari bahwa saya belum pernah membuat tulisan terkait hal tersebut. Jadi bagi teman-teman yang sedang istikharah untuk studi di India, mari kita belajar dulu ilmu mencari tempat tinggal disini.

Artikel ini berjudul 'mencari tempat tinggal' karena memang dikhususkan untuk teman-teman yang siapa tahu nanti kampus nya tidak menyediakan asrama (hostel) seperti kampus-kampus saya. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman selama saya sekolah di Delhi dan Hyderabad namun informasi yang tertulis bersifat umum.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, saya ingin menyampaikan bahwa untuk teman-teman yang hendak belajar di kampus India, alangkah baiknya mencari informasi dahulu apakah kampus memfasilitasi hostel bagi mahasiswa asing. Informasi bisa didapatkan melalui website kampus atau bertanya langsung kepada mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di …

A Poem on Humanity : The Rotating Sphere

This world already lacks of love and humanity. Do not live in that kind of world. Build your own world. Decorate it with love, joy, and humanity, and live in it. That is the actual world. The prior is fake, or you can nickname it, The Rotating Sphere. If your own world does not have those accessories, then where will you run when the sphere becomes totally loveless?
We are too busy running for president, or striving for Nobel Prize by discovering more galaxies, or memorizing a hundred digits of Pi. We describe it as civilization. But pity, within us, are uncivilized.
Be on The Mother Earth. Stay on Her lap. But do not live it. Live what is within, and you will be more humane.
****

I love poems since I was 15. I love reading them, but never confident enough to write my own. But when I find the right time, idea, and sense, all those three combinations will suffice to drive me to write one. Most of the time, I will just keep my sketchy poems for myself.

The Rotating Sphere, I think, deserves for publicati…