Pengalaman Pertama Mengikuti Test TOEFL Untuk Beasiswa

10:11 AM

Test TOEFL Untuk Mendaftar Beasiswa ICCR (India)




Satu hal yang paling saya khawatirkan saat mendaftar beasiswa adalah : TOEFL, walaupun Persyaratan TOEFL untuk beasiswa ICCR tidak terlalu tinggi (hanya 500) jika dibandingkan dengan penyedia beasiswa dari lembaga lain.


Sekilas tentang TOEFL

TOEFL yang saya pakai untuk mendaftar beasiswa adalah TOEFL ITP. TOEFL ITP adalah salah satu jenis TOEFL resmi. TOEFL ITP biasanya lebih digunakan untuk tujuan akademik. TOEFL yang resmi hanya diadakan oleh ETS (English Testing System) dari Amerika. Jika teman-teman mengikuti tes TOEFL tapi penyelenggaranya bukan ETS, bisa dipastikan itu bukan TOEFL resmi, melainkan hanya TOEFL Prediction atau TOEFL-Like Prediction.

TOEFL Prediction tidak bisa dipakai untuk mendaftar beasiswa keluar negeri. Itu hanya dipakai untuk mengukur sejauh mana kemampuan kita berbahasa Inggris. Saya pernah mengikuti TOEFL Prediction sebelumnya, yakni di Fakultas Kedokteran Gigi UGM. 

Biaya Tes

Untuk TOEFL ITP sendiri biaya nya sekitar Rp 450 ribu (tahun 2014). Buat saya itu adalah uang yang lumayan banyak. Jadi ya bisa dibayangkan jika saat itu skor TOEFL saya tidak memenuhi persyaratan beasiswa, melayang sudah uang Rp 450 ribu. Sedangkan untuk TOEFL Prediction biasanya lebih murah. Ada yang hanya Rp 100 ribu atau bahkan gratis. hehe...

Tempat Pendaftaran dan Tes

Di Jogja, beberapa tempat yang menyediakan tes TOEFL ITP antara lain English First (EF), Real English, ELTI, UGM, UMY, UIN, UNY, dll. Saya mengikuti test TOEFL ITP di ELTI, karena pada tanggal tersebut, hanya ELTI yang sedang membuka tes TOEFL ITP resmi.

Prosedur Pendaftaran

Waktu itu saya langsung mendatangi kantor ELTI di daerah Sabirin, dan membawa uang Rp 450ribu. Kemudian pihak ELTI memberikan kwitansi sekaligus booklet tentang TOEFL ITP. Pada booklet itu juga tersedia beberapa contoh soal-soal TOEFL ITP. Officer tersebut kemudian memberi tahu tanggal dan jam tes akan dilaksanakan. Dia memberikan beberapa pilihan waktu untuk mengikuti tes. Saat itu saya memilih jam sore karena siang harinya saya ada UAS di kampus. Jam sore adalah gelombang terakhir, yakni dari pukul 17.30 - 20.45.

Saat Ujian

Setelah selesai UAS saya langsung pulang dan belajar untuk TOEFL. Sebelum tes tak lupa saya makan dahulu. Karena tes tersebut cukup lama dan membutuhkan banyak energi untuk berfikir jadi saya tidak mengizinkan rasa lapar muncul saat ujian TOEFL. Saya sampai di kantor ELTI 20 menit sebelum tes dimulai. Saya diantar ke ruang ujian oleh resepsionis. Ternyata sudah banyak peserta yang hadir pemirsa. Langsung saja saya menuju kursi saya, dimana kursi sudah diurutkan sesuai nomor pendaftaran kita. Saya mendapatkan kursi paling depan dekat dengan speaker. Lumayan. 

Ujian berlangsung selama tiga jam terdiri dari 3 bagian yakni: 
  • Listening Section,
  • Structure and Written Expression, dan
  • Reading Comprehension,
Jujur, kelemahan saya ada pada Listening Section (bahkan sampai sekarang). Saya cukup was-was namun tetap berusaha tenang dan berfikir positif. Benar saja ! Listening Section menurut saya cukup sulit. Jauh berbeda dengan Listening Section yang pernah saya ikuti di TOEFL Prediction. "Jadi begini rasanya mengikuti ujian seharga 450 ribu Rupiah?" Batin saya saat itu. Namun sebisa mungkin saya tetap fokus pada speaker dan mencoba untuk menangkap apa yang sedang dibicarakan. Listening Section ini dibagi lagi menjadi 3 bagian yakni Percakapan Pendek, Percakapan Panjang, dan Monolog Panjang. Total pertanyaan untuk sesi ini adalah 50 butir dengan waktu sekitar 30-40 menit.

Okay. Next. This is my favourite part, heck yes ! Structure and Written Expression ! Saya merasa diantara ketiga sesi ujian, sesi inilah saya paling merasa bisa. Paling tidak bisa  untuk mendongkrak skor TOEFL saya karena listening saya pas-pasan. Pertanyaan yang diajukan pada sesi ini adalah seputar Grammar. Jumlah soal ada 40 butir dengan waktu yang diberikan adalah 20 menit. And guess what ?! This section was not that easy ! -_- Dibilang sulit juga tidak, namun dibilang susah juga tidak. Rata-rata. Namun masih lebih sulit ini ketimbang TOEFL Prediction (ya iyalah!) Untuk sesi ini, kunci nya adalah yang penting kita memahami struktur kalimat. Maksudnya, kita harus benar-benar mampu membedakan mana subject, verb, adjective, dan adverb. Yang saya lakukan pertama kali adalah selalu menggaris bawahi kata yang termasuk VERB pada kalimat tersebut. TENSES juga harus betul-betul kita pahami. Tidak harus menguasai, tapi harus memahami. Menurut saya pengetahuan akan vocabulary tidak begitu dituntut pada sesi ini. 

And the last one was Reading Comprehension. Pada sesi ini kita diberikan beberapa teks bacaan dan setiap teks terdapat beberapa pertanyaan yang berkaitan. Jumlah soal adalah 50 dengan waktu pengerjaan 55 menit. Sesi ini sangat menuntut ketelitian dalam memahami bacaan, dan kosa kata kita  cukup diuji. 

Akhirnya selesai juga ujian TOEFL. Cukup melelahkan menurut saya, apalagi saat itu malam hari. Saya lantas bergegas pulang dan belajar Anatomi Fisiologi untuk UAS keesokannya. 

Hari Pengumuman

Sampai sekarang saya masih ingat betapa deg-degan nya dulu saat membuka amplop berisi sertifikat hasil ujian TOEFL. Menurut saya itu adalah saat paling mendebarkan. Betapa tidak, kelanjutan beasiswa saya ditentukan oleh skor TOEFL saya. Jika skor TOEFL saya kurang dari persyaratan minimal, maka sia-sialah persiapan yang sudah saya lakukan untuk mendaftar beasiswa. Selain itu melayang sudah uang Rp 450 ribu.

Hasil? Karena saya sekarang sudah di India, jadi sudah bisa ditebak bagaimana hasilnya :D


Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔