Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2017

The Hardest Moment in India: My Transition from Delhi to Hyderabad

Suhu mendung di Kota Hyderabad cukup membuat saya betah mengadukan jemari saya untuk menulis. Jujur saja, kota ini adalah bagian dari turning point alias titik balikkehidupan saya. Bersama dengan kota ini seolah Tuhan sedang mengajak saya untuk lebih banyak berjalan dan memunguti ilmu-ilmu yang berceceran disini.

Bicara soal turning points saat ini saya sedang menyelesaikan membaca buku tulisan mantan presiden sekaligus ilmuan terhebat India, A.P.J Abdul Kalam berjudul Turning Points. Beliau adalah perancang kendaraan peluncur satelit India SLV-3 yang kemudian berhasil meluncurkan satelit Rohini pada 1980. Kapan-kapan saya akan buat tulisan tentang Abdul Kalam.
Oke, kita kembali ke judul utama. Kejadian ini bermula di Delhi, yang saya sebut "kota lalu". Lebih tepatnya di Kantor Imigrasi atau Foreign Regional Registration Office (FRRO) New Delhi. Saat itu bulan Juli 2016 saya mengajukan "proposal" kepindahan saya ke Hyderabad. Mau tidak mau saat itu saya harus meng…

Budaya Makan Tiga Kali Sehari

Cuaca Hyderabad Kamis ini begitu bersahabat. Saya bisa menikmati sweater tidur saya seharian tanpa khawatir kepanasan. Hari ini, 26 Januari 2017, India sedang merayakan Republic Day sehingga hari ini memang hari libur. 
Saat menikmati makan siang, tiba-tiba saya teringat artikel yang saya tulis dua hari yang lalu tentang My Personal Bugetinng : How do I spend 200k a month for meals? Terlepas dari komentar orang-orang terdekat kenapa saya sangat memaksakan diri soal makan, dari komentar-komentar tersebut saya mendadak berfikir apakah sebetulnya manusia benar-benar "membutuhkan" makan tiga kali sehari?
Saya ingat hierarki Maslow tentang Five Basic Human Needs yang saya pelajari saat saya 'menjabat' sebagai mahasiswa keperawatan di kampus Jogja. Maslow menempatkan Kebutuhan Fisiologis menjadi kebutuhan yang mendasari ke empat kebutuhan yang lain. Kebutuhan Fisiologi antara lain makan, bernafas, tidur, sex, dsb. Maslow sendiri (seingat saya) tidak pernah mengatakan bahwa m…

How Do I Spend 200k Rupiah a Month for Meals ?! My Personal Budgeting in India

*) Rp 200.000 = Rs 1000 **) Nominal diatas hanyalah nominal untuk uang makan saja. Tidak termasuk uang KOS ! Kecuali kalau kalian cuma numpang.
Sejak kepindahan saya dari Delhi ke Hyderabad, masalah keuangan menjadi semakin menghantui. Walaupun biaya hidup di Hyderabad tidak semencekik di Delhi namun kalau uang saya mepet ya sama saja bohong. Saat di Delhi, saya sebetulnya sudah punya manajemen keuangan sendiri, namun cara tersebut sudah tidak valid lagi untuk hidup disini. By the time I reached Hyderabad, I realized that I had to modify my budgeting technique. 
Manusia normal pada umumnya akan mengalokasikan pengeluaran mereka antara lain untuk : biaya kos, makan, buku &fotokopi, biaya tersier seperti nonton atau belanja, biaya tak terduga dan tabungan. Ada 6 jenis pengeluaran umum yg biasa dikeluarkan oleh mahasiswa. Tiga diantaranya merupakan pengeluaran wajib (kos, makan, buku & fotokopi) dan tiga sisanya merupakan pengeluaran tidak wajib (biaya tersier, tak terduga, tabungan…

Study at Bhavan Degree College with Me !

Sampai sekarang masih tak habis pikir saya bisa kuliah di kampus ini, di kota ini. Jika harus dirincikan lebih dalam lagi, hanya akan menguras hati akan puing-puing masa lalu di Kota Utara tersebut. Sudahlah ! 
Okay, so, since today is Wednesday, and I love Wednesday, saya akan mengajak kalian untuk merasakan kuliah di Bhavan's College selama satu hari. Mari cus kita berimajinasi !
Perkuliahan disini dimulai pukul 10.00 sampai 16.30 khusus untuk Departement of Life Sciences Biasanya saya akan berangkat dari rumah pukul 09.15 dengan berjalan kaki. Saya hobi sekali jalan kaki di pagi hari. Perjalanan ke kampus biasanya 20-25 menit, tergantung kecepatan kaki saya. Jika semakin mendekati hari Minggu maka kecepatan kaki saya akan bertambah. Saya senang kuliah, namun saya juga suka hari libur.
Pukul 09.45 saya sudah sampai di kampus dan setiap pagi di kampus selalu ada assembly. Saat assembly murid akan memanjatkan doa bersama-sama dalam bahasa Sansekerta which I have no any idea at al…

Alasan Kuliah di India [Part II]

Lanjutan artikel Alasan Kuliah di India [Part I] Hampir Semua Dosen Sudah Mengantongi S3 Hal ini sudah biasa bagi India. Mengingat etos belajar mereka yang sangat tingi, tak heran jika hampir semua dosen sudah bergelar S3 bahkan banyak pula yang malah sudah menempuh Post-Doctoral. Saya pun agak tercengang saat pertama kali masuk kuliah di semester pertama, dosen yang mengajar kamipun sudah S3 semua. "Wah beruntung banget ya, S1 saja sudah diajarin sama dosen sarjana S3," batin saya saat itu. Ketika naik ke semester 2, kami diajar oleh mantan dekan yang sudah doktor. Benar-benar terlihat kesan ke"doktor"an nya saat mengajar kami. Tegas. Detail. Out of the box.
Dosen Rajin-rajin Saat saya kuliah di Jogja kadang saya jengkel sendiri dengan dosen yang sering absen lantaran sangat sibuk. Biasanya tugas mengajar sang dosen akan dilimpahkan ke asisten dosennya. Namun ketika saya disini, fenomena sungguh terbalik. Dosen disini benar-benar fokus untuk mengajar…

Beasiswa ICCR: Gampang-gampang Susah !

Pengalaman Berburu Beasiswa : ICCR India !Mungkin bagi kalian yang sekarang membaca ini, pasti sedang dirundung kebingungan ya karena sibuk mempersiapkan berkas untuk ICCR ? Yap ! Beasiswa ICCR 2017-2018 sudah dibuka! Deadline tanggal 10 Januari 2017. Hurry up !
Jika masih bingung terkait prosedur pendaftaran ICCR bisa mampir ke tulisan saya Beasiswa ICCR 2017/2018 DIBUKA ! karena sudah saya jabarkan secara men..de..tail :))
Saya penerima beasiswa ICCR angkatan 2014 -2016 untuk jenjang S1 jurusan Sains. Angkatan saya hanya 6 orang yang diterima untuk S1 dan mayoritas adalah S2, jadi memang kesempatan untuk S2 lebih besar. 
Sebelumnya saya belum pernah mendaftar beasiswa manapun jadi bsia dibilang ICCR-lah yang pertama. Namun tekad untuk berkuliah di luar negeri memang sudah terpatri sejak saya masih SMP dan sudah mantap dengan pilihan kuliah S1 di India sejak masih SMA. Walaupun sempat kuliah di kota tinggal saya juga, Jogja :D
Pengalaman Persiapan BerkasSaat itu saya menyadari bahwa bea…

Beasiswa ICCR S1 - S3 Tahun 2017/2018 DIBUKA !

BEASISWA ICCR S1-S3 TAHUN 2019-2020 SUDAH DIBUKA. DEADLINE: 28 FEBRUARI 2019. BACA PERSYARATANNYA DISINI
***************************************************************************** Prosedur Lengkap Pengajuan Beasiswa ICCR 2017-2018 Seputar Beasiswa ICCR Indian Council for Cultural Relations (ICCR) adalah lembaga resmi pemerintah di bawah Ministry of External Affair, India. Setiap tahunnya ICCR memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa dari negara berkembang termasuk Indonesia. 
Total penerima beasiswa setiap tahunnya hampir 500 orang. Untuk Indonesia slot yang tersedia adalah 22 kursi per tahun dari jenjang S1-S3.
Pelamar beasiswa bebas memilih jurusan yang diinginkan. Khusus untuk Kedokteran dan Kedokteran Gigi pemerintah India tidak menyediakan beasiswa.
ICCR menanggung semua biaya pengeluaran selama di India antara lain biaya visa, SPP, uang saku bulanan, uang buku, biaya kesehatan, uang penelitian, dll. Uang tiket pesawat ditanggung oleh penerima beasiswa.
Untuk general in…