Skip to main content

How Do I Spend 200k Rupiah a Month for Meals ?! My Personal Budgeting in India


*) Rp 200.000 = Rs 1000
**) Nominal diatas hanyalah nominal untuk uang makan saja. Tidak termasuk uang KOS ! Kecuali kalau kalian cuma numpang.

Sejak kepindahan saya dari Delhi ke Hyderabad, masalah keuangan menjadi semakin menghantui. Walaupun biaya hidup di Hyderabad tidak semencekik di Delhi namun kalau uang saya mepet ya sama saja bohong. Saat di Delhi, saya sebetulnya sudah punya manajemen keuangan sendiri, namun cara tersebut sudah tidak valid lagi untuk hidup disini. By the time I reached Hyderabad, I realized that I had to modify my budgeting technique. 

Manusia normal pada umumnya akan mengalokasikan pengeluaran mereka antara lain untuk : biaya kos, makan, buku &fotokopi, biaya tersier seperti nonton atau belanja, biaya tak terduga dan tabungan. Ada 6 jenis pengeluaran umum yg biasa dikeluarkan oleh mahasiswa. Tiga diantaranya merupakan pengeluaran wajib (kos, makan, buku & fotokopi) dan tiga sisanya merupakan pengeluaran tidak wajib (biaya tersier, tak terduga, tabungan). Jika kebetulan daerah kos cukup jauh dengan kampus, maka pengeluaran wajib bertambah, transportasi! 

Jika secara umum daftar pengeluaran mahasiswa ada enam jenis maka pengeluaran saya hanya dibagi menjadi 2 jenis yakni: biaya kos dan biaya makan. Keduanya adalah pengeluaran wajib. Tidak bisa ditawar. Tidak bisa dikurangi.Wajib.

Biaya rumah dan biaya makan, masing-masing mempunyai nominal kebutuhannya sendiri. Dari kedua jenis pengeluaran tersebut, hanya biaya makanlah yang bisa dikompres lagi dan lagi. Setelah melakukan pengamatan dan kalkulasi secara mendetail akhirnya saya mendapatkan kesimpulan akhir bahwa saya bisa dan mampu bertahan hidup dengan 200k. Dua bulan pertama saya pernah mematok biaya makan maksimal adalah 130k atau Rs 650 per bulan. Namun demi Tuhan saya sudah lakukan sebisa munkin dan saya tidak berhasil hanya bertahan hidup dengan 130k per bulan untuk makanan. Akhirnya saya memberikan sedikit kelonggaran 70k per bulan sehingga pengeluaran menjadi 200k sadja.

Lalu bagaimana cara saya makan 200k sebulan? Ada beberapa peraturan yang harus saya patuhi. The very first rule is No Breakfast ! Saya selalu mengandalkan secangkir teh manis setiap pagi. Dimana-mana yang namanya teh manis pasti ada gula nya kan? Nah, gula itulah yang menjadi sumber energi saya sampai sore. FYI, gula mengandung sukrosa dan nasi mengandung glukosa. Sukrosa dan Glukosa adalah bentuk sederhana dari Karbohidrat. Karbohidrat adalah sumber energi. Kesimpulan, gula juga salah satu sumber energi ! 

Second Rule - no heavy lunch. Just snacks ! Ada 2 opsi untuk makan siang. Pertama, beli roti tawar 7k (Rs 35), bawa dua sampai tiga biji untuk makan siang. Roti tawar 7k cukup untuk 4 hari. Kalau bosan dengan roti tawar, bisa beli snack di kantin yang murah dan agak berat seperti bread pakora, samosa, egg puff. Ketiga snack tersebut seharga 2k (Rs 10) masing-masing. Rs 10 merupakan batas maksimal untuk jajan di kantin. Jadi pilih salah satu saja dari ketiga snack tersebut. Favorit saya adalah bread pakora karena terbuat dari roti tawar dan kentang dimana keduanya adalah sumber karbohidrat. Saya tidak tau apakah bread pakora tersebut mengandung telur. Jika mengandung telur itu artinya saya akan mendapat bonus protein yang penting untuk perkembangan otak saya.

Third Rule - mind your shopping time ! Shopping time artinya belanja sayuran dan bahan makanan pokok. Dalam satu bulan usahakan belanja maksimal 3x dan tiap belanja usahakan tidak lebih dari 50k (Rs 250). Supermarket favorit saya disini adalah Reliance. Alasannya adalah di supermarket ini sayuran cukup lengkap, murah, dan ada diskon. Saat di supermarket usahakan selalu jeli dalam melihat, fokus, dan banyak berdoa karena godaan syetan di supermarket biasanya lebih kuat dan tangguh ! Selalu perhatikan label-label yang ada tulisan "Free". Misalnya, buy 1 get 1 FREE. Selalu pilih produk-produk merek supermarket tersebut. Misal, saya selalu beli detergent merek Reliance karena itu adalah produk mereka dan harga jauuuhh lebih murah.

Saat belanja biasanya saya akan sibuk di rak sayuran dan makanan pokok. Sayuran yang menjadi favorit  saya adalah kentang, kubis, kembang kol, wortel, terung, dan labu siam. Biasanya sayuran-sayuran tersebut akan saya buat menjadi tumis atau sup. Alasannya adalah, untuk menumis dan membuat sup tidak membutuhkan banyak miyak goreng, sehingga kita bisa hemat minyak goreng. P.S minyak goreng 16k per liter (Rs 80). Saya kadang membeli mie rebus juga. Sebungkus isi empat harga 8k (Rs 40). Sehari bisa masak satu mie rebus untuk makan malam. Biasanya saya akan masak mie rebus untuk makan malam kalau benar-benar sedang malas memasak, saat ujian, atau saat tidak enak badan. Teh wajib beli karena untuk sarapan. Jika ada snack yang murah bisa beli snack, seperti biskuit marie. Lumayan untuk teman belajar saat malam hari dan ganjal perut kalau lapar saat dini hari. 

Forth Rule - No Chicken ! Waktu awal-awal disini saya kadang beli ayam. Setengah kilo harganya 14k (Rs 70). Namun saya pikir-pikir lagi sepertinya kalau saya tidak makan ayam saya masih bisa hidup. Akhirnya saat itu saya stop makan ayam dan beralih ke telur. Sepuluh biji telur seharaga 9k (Rs 45) dan tiap hari saya hanya makan satu telur, itu artinya telur saya bisa awet untuk 10 hari. Saya pernah sekali mengeluh kepada diri sendiri karena bosan makan telur. Suatu ketika saya melihat video di FB tentang bapak penyapu jalanan di Jogja. Beliau mengungkapkan bahwa telur adalah makanan spesial karena beliau bisa makan telur hanya sekali dalam setahun, yakni saat hari ulang tahunnya. Hal itu cukup menggores hati saya dan sampai saat ini saya tidak pernah mengeluh jika hanya bisa makan nasi telur atau nasi sayur saja.

Last Rule - make it rigid. Di awal sudah saya sampaikan bahwa pengeluaran saya hanya dua: kos dan makanan. Jika suatu ketika ada pengeluaran lain seperti beli bolpen, buku tulis, dll maka pengeluaran tersebut diambil dari uang makan

Kesimpulannya adalah dalam sehari saya hanya makan satu kali, yaitu saat makan malam :D

Saya secara pribadi lebih bisa tahan lapar saat siang hari dari pada malam sebab siang hari saya akan berada di kampus full day dan rasa lapar selalu teralihkan karena kesibukan di kampus. Makan malam menurut saya sangat penting karena setiap malam saya selalu belajar dan saya tidak bisa belajar malam hari dalam kondisi lapar.

Well, that's pretty much it guys. Please keep in mind that, those tips above are actually not good and unhealthy to follow. But if you were really in hard financial problem, all those tricks might be considered.

Pesan yang ingin saya sampaikan adalah, be a wise person in spending money and always be grateful whatever you have right now. Sometimes t's much easier to complain here and there about our conditions but who gonna listen to those complains? We may feel satisfied after complaining about life, but is that satisfaction that we want? 




Comments

  1. Hi Rahma, salam kenal! I've been reading your blog since weeks ago dan aku suka cara kamu bercerita tentang kehidupanmu di India. You're the person that made me wanted to go back to live in India again!!! Sukses untuk kehidupan perkuliahannya ya, wish we can be friends and share lots of things in common. Have a good day! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mbak Annissa :) Senang rasanya kalau ada yang suka dengan tulisan saya. Ayo kita main-main di India mbak. I'd love to keep in touch with you. Please share your contact if you don't mind ;)

      Delete
  2. Thanks buat pengalamannya ka.. boleh minta contact buat nanya2? Karena aku interest bgt buat kuliah disana dan lagi cari informasi untuk S1

    ReplyDelete
  3. Kenapa pindah dari delhi ke hyderabad ya mbak? Kebetulan saya mau apply beasiswa ICCR S2 di DU.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh daftar aja. Saya pindah karena ada banyak alasan :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BEASISWA ICCR INDIA UNTUK S1-S3 TAHUN 2019-2020

Beasiswa Indian Council for Cultural Relations (ICCR) 2019-2020
Assalamu'alaikum teman-teman :) Mudah-mudahan teman-teman selalu sehat dan masih semangat ya karena saat yang selalu ditunggu-tunggu telah tiba. Yes, benar sekali. Beasiswa pemerintah India ICCR untuk jenjang S1-S3 tahun 2019-2020 akhirnya dibuka. Sudah banyak teman-teman yang menyapa saya di email dan Instagram untuk menanyakan perihal ICCR ini. Baiklah tanpa basa-basi lagi kita mulai saja ya.
Sekilas Tentang ICCR  Ternyata masih banyak juga teman-teman yang bertanya ke saya "Kak, ada gak sih beasiswa buat ke India?" dan semacamnya. Bagi yang belum kenal dengan Beasiswa ICCR, berikut saya utarakan lagi ya teman-teman. Indian Council for Cultural Relations (ICCR) adalah sebuah badan pemerintahan dibawah Ministry of Foreign Affairs (a.k.a Kemlu). Salah satu program ICCR adalah penyediaan beasiswa belajar di India untuk semua jenjang S1, S2, S3, dan Research untuk semua jurusan kecuali Kedokteran (Medicine) d…

[FAQ] Mencari Tempat Tinggal di India

Pertanyaan seputar mencari tempat tinggal di India dalam rangka studi merupakan salah satu pertanyaan yang cukup populer. Saya juga baru menyadari bahwa saya belum pernah membuat tulisan terkait hal tersebut. Jadi bagi teman-teman yang sedang istikharah untuk studi di India, mari kita belajar dulu ilmu mencari tempat tinggal disini.

Artikel ini berjudul 'mencari tempat tinggal' karena memang dikhususkan untuk teman-teman yang siapa tahu nanti kampus nya tidak menyediakan asrama (hostel) seperti kampus-kampus saya. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman selama saya sekolah di Delhi dan Hyderabad namun informasi yang tertulis bersifat umum.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, saya ingin menyampaikan bahwa untuk teman-teman yang hendak belajar di kampus India, alangkah baiknya mencari informasi dahulu apakah kampus memfasilitasi hostel bagi mahasiswa asing. Informasi bisa didapatkan melalui website kampus atau bertanya langsung kepada mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di …

A Poem on Humanity : The Rotating Sphere

This world already lacks of love and humanity. Do not live in that kind of world. Build your own world. Decorate it with love, joy, and humanity, and live in it. That is the actual world. The prior is fake, or you can nickname it, The Rotating Sphere. If your own world does not have those accessories, then where will you run when the sphere becomes totally loveless?
We are too busy running for president, or striving for Nobel Prize by discovering more galaxies, or memorizing a hundred digits of Pi. We describe it as civilization. But pity, within us, are uncivilized.
Be on The Mother Earth. Stay on Her lap. But do not live it. Live what is within, and you will be more humane.
****

I love poems since I was 15. I love reading them, but never confident enough to write my own. But when I find the right time, idea, and sense, all those three combinations will suffice to drive me to write one. Most of the time, I will just keep my sketchy poems for myself.

The Rotating Sphere, I think, deserves for publicati…