FAQ - Bagaimana Sistem Ujian di Kampus India ???

9:26 AM

Ujian adalah salah satu topik "unggulan" saat kita membahas sistem pendidikan India. Sistem UAS di India tidak ada mirip-miripnya dengan Indonesia. Wajar saja jika di  semester awal rata-rata mahasiswa Indonesia akan sedikit kelabakan. Tidak percaya? Baca saja sampai selesai :D 

Hal yang akan saya paparkan berikut adalah pengalaman pribadi. Walau demikian hampir semua kampus di India, baik jenjang S1 maupun S2, mempunyai sistem UAS nya kurang lebih sama. Bagi yang mau kuliah di India bisa disimak kisah pribadi saya menghadapi ujian akhir semester.

Berhubung jurusan saya adalah Microbiology, Genetics, and Chemistry jadi mulai dari semester pertama hingga semester akhir, mata kuliah utama saya hanya tiga itu. 

Persiapan Ujian - Kebetulan sekali bulan Februari di tahun 2017 sudah dimulai. Itu artinya 1,5 bulan lagi saya akan menghadapi UAS (lagi). Biasanya saya akan mulai persiapan ujian minimal satu bulan sebelumnya. Satu bulan pun saya tidak bisa sepenuhnya fokus untuk persiapan ujian sebab saya akan disibukkan dengan pre-final practical exam. Kampus pun hanya memberikan waktu satu minggu untuk persiapan ujian. Satu minggu itu sangatlah kurang.

Satu bulan saya akan gunakan untuk membuat ringkasan catatan semua mata kuliah. Tidak hanya itu, textbook saya pun akan mulai penuh dengan stabilo aneka warna. (P.S. Saya tipe visual learner). Saya sebisa mungkin mengurangi cara belajar 'menghafal' sebagai gantinya saya akan lebih banyak memahami dan latihan menulis. By the way, ujian disini esai semua. Tidak ada pilihan ganda. Itulah mengapa saya lebih senang memahami ketimbang menghafal, dan ketika saya sudah paham suatu topik, saya akan menuliskan nya kembali dengan bahasa saya sendiri. 

Satu minggu sebelum ujian kampus sudah libur dan satu minggu tersebut betul-betul saya gunakan untuk belajar. Saya akan belajar mulai jam 8 malam sampai 9 pagi. Setelah itu barulah pagi sampai siang atau sore saya akan tidur. Saya lebih senang belajar saat malam karena cenderung lebih sunyi dan tidak berisik. 

Kenapa saya sampai belajar sekeras itu hanya untuk ujian semester? 

Satu, ujian disini semuanya esai. 

Dua, ujian untuk satu mata kuliah saja kami harus menuliskan jawabannya rata-rata 25 - 30 halaman dalam waktu 3 jam tanpa istirahat dan dikerjakan ditempat. Sebetulnya tidak ada jumlah minimal atau maksimal terkait berapa banyak lembar jawaban namun memang jenis pertanyaan yang diajukan mengharuskan kita untuk banyak menulis. Saya akan jelaskan bagaimana jenis pertannyaan yang biasa diajukan. 

Tiga, sistem penilaian yang sangat ketat. Sering saya sudah belajar mati-matian untuk ujian namun hasilnya hanya 50 dari 100. Nilai 50 -pun sudah sudah bisa dibilang tinggi. Karena biasanya tidak sedikit mahasiswa yang gagal pada mata kuliah tertentu. Semester sebelumnya 50% (sekitar 20 orang) dari total mahasiswa di kelas saya gagal pada mata kuliah Kimia, 11 mahasiswa gagal pada mata kuliah Genetika, dan 10 orang gagal pada mata kuliah Mikrobiologi. Nilai minimal untuk lulus adalah 40. Dengan kata lain semua mahasiswa yang gagal pada mata kuliah tertentu nilai mereka kurang dari 40. Biasanya mahasiswa yang gagal pada salah satu atau lebih dari satu mata kuliah, mereka akan datang ke kampus dengan kondisi murung dan mata bengkak karena menangis. Pernah dosen saya tidak jadi mengajar karena kasihan melihat kondisi mahasiswa murung dan menangis di kelas. 

Jujur saya pribadi melihat kondisi teman-teman saya malah jadinya senyum-senyum sendiri. Saya dulu saat kuliah di Indonesia tidak pernah melihat ada teman saya sampai menangis seperti itu hanya karena nilai ujian. Ini merupakan "pemandangan" langka. Namun saya tetap berusaha menghibur beberapa teman saya, "Come on. You failed in one subject only. It's not a big deal !", "See, you can take re-exam. You still have a chance" . Begitulah yang biasa saya katakan pada teman-teman yang "merasa gagal".

Saat ujian - Ujian umumnya dimulai pukul 10.00 - 13.00. Karena waktu ujian yang cukup lama, kami diperbolehkan membawa minum kedalam ruang ujian. Biasanya ada juga petugas khusus yang memberikan air putih gratis kepada mahasiswa yang ujian. Petugas tersebut akan keliling dan masuk ke satu kelas ke kelas lainnya. Saat ujian, saya biasanya membawa sebotol air campur madu sebab madu mengandung gula dan gula tersebut bisa menjadi sedikit energi tambahan ketimbang hanya air putih biasa :D

Tiga puluh menit sebelum ujian dimulai semua mahasiswa sudah harus sudah masuk di ruang masing-masing. Sebelum memasuki ruang ujian, kami harus melalui inspeksi, untuk mencegah aksi curan atau mencontek. Kami hanya diperbolehkan membawa tempat pensil saja. Tempat pensil pun juga harus melalu inspeksi.

Saat hendak masuk ruang ujian saya dan teman-teman akan saling mengucapkan "Good luck!" atau "All the best!" atau "Best of luck!" satu sama lain. Saat kami bertemu dosen kami sendiri, beliau juga akan mengatakan hal yang sama, "All the best students!". 

Sepuluh menit sebelum ujian dimulai, penjaga ujian atau invigilator akan membagikan answer sheet alias lembar jawaban. Satu bendel answer sheet berisi 25 halaman. Bentuknya mirip seperti buku berisi 25 halaman dengan ukuran tiga per-empat dari kertas HVS A4. Tak jarang dari teman saya bisa menghabiskan 2 bendel answer sheet. Namun rata-rata mahasiswa Indonesia hanya habis satu bendel saja, itupun kadang sisa he..he..he..

Tipe Pertanyaan - Ada dua tipe pertanyaan yang diajukan saat ujian di hampir semua universitas di India; short answer question dan long answer question. Untuk short answer, jawaban ditulis cukup 2-3 halaman saja, namun untuk long answer jawaban ditulis bisa sampai lima halaman lebih. 

Ada 10 pertanyaan yang diberikan. Enam pertanyaan merupakan short answer dengan bobot nilai masing-masing adalah 3 poin (6 x 3 = 18) dan empat pertanyaan adalah long answer dengan bobot 13 poin (4 x 13 = 52). Total poin untuk ujian semester adalah 18 + 52 = 70.  

First day of Exam - ujian hari pertama adalah Bahasa Inggris. Hal yang diujikan pada mata kuliah ini biasanya terkait analisis drama, puisi, tata bahasa, dsb. Tidak sulit jika hanya sekedar lulus untuk mata kuliah ini, mengingat Bahasa Inggris tidak termasuk main subject. Untuk mata kuliah ini saya tidak pernah menulis jawaban lebih dari 15 halaman :D

Second Day - ujian hari kedua adalah Second Language. Untuk second language tiap mahasiswa bebas memilih bahasa mana yang ingin dipelajari. Saya mengambil French (Bahasa Prancis). Untuk mata kuliah ini biasanya tidak lebih dari 10 halaman. Mata kuliah ini tidak begitu sulit karena saya pernah belajar Bahasa Prancis sebelumnya saat SMA.

Khusus mata kuliah bahasa (Bahasa Prancis dan Bahasa Inggris) saya sebisa mungkin mendapat nilai yang baik dalam rangka mendongkrak nilai agregat saya nantinya. Hanya dua mata kuliah inilah yang saya andalkan untuk urusan dongkrak-mendongkrak. 

Third Day -Microbiology ! Saya beri satu contoh pertanyaan yang diajukan untuk long answer mata kuliah ini. What are Actinomycetes? Give their general characteristics and discuss their nature ! Pertanyaan tersebut masuk dalam long answer jadi untuk menjawabnya, pertama-tama  saya harus menuliskan definisi dari Actinomycetes. Definisi biasanya hanya sekitar 2-3 baris saja. Setelah itu lanjut ke general characteristics seperti gram positif/gram negatif, ukuran, habitat, morfologi, contoh spesies Actinomycetes beserta penjelasan tentang spesies tersebut, reproduksi, mode of nutrition, dsb. Klasifikasi untuk Actinomycetes juga harus ditulis. Misalnya, Actinomycetes dibagi menjadi 4 families; Streptomycetaceae, Actinomycetaceae, Actinoplanaceae, dan Mycobacteriaceae. Keempat families tersebut harus dijelaskan satu per satu beserta contoh spesiesnya. Dibawah family masih dibagi lagi menjadi beberapa genera/genus. Misal family Streptomycetaceae dibagi lagi menjadi tiga genera, itu semua harus dijelaskan. Satu poin penting yang tidak boleh lupa adalah : gambar. Sebisa mungkin kita gambar sesuatu yang mendukung jawaban kita. Misal gambar morfologi atau bagian-bagian tubuh mikroorganisme tersebut. Makin banyak gambar makin bagus. Mata kuliah ini biasanya saya habis 25 halaman pas !

Forth Day - Genetics. Seperti Microbiology, Genetics adalah mata kuliah favorit saya. Mata kuliah ini cukup horor, namun saya suka. Contoh pertanyaan? Ehmm... contoh simpel nya adalah "explain meiotic cell division". Saya harus menjelaskan semuanya tentang meiosis. Pertama-tama saya akan gambar dulu siklus meiosis dari mulai Prophase I, Metaphase I, Anaphase I, Telophase I, Cytokinesis, Prophase II, Metaphase II, Anaphase II, Telophase II, dan Cytokinesis. Pada poin tentang Prophase I, harus dijelaskan juga tentang Leptotene, Zygotene, Pachytene, dsb (kalau kalian anak biologi pasti paham maksud saya), Synaptonemal Complex wajib dijelaskan juga karena itu poin penting, chromosomal condensation dan decondensation, dsb. 

Fifth Day - Chemistry. Kurang lebih sama seperti Mikrobiologi dan Genetika. Bedanya disini kita akan banyak menggambar struktur molekul jika topik yang ditanya tentang organic/inorganic chemistry. Jika pertanyaan tentang physical chemistry makan akan banyak sekali rumus-rumus turunan yang ditanyakan. 

Jadi berapa total bolpen yang saya habiskan? Karena saya suka pake gel pen , jadi ya lumayan boros. Satu subject biasanya satu bolpen nyisa dikit hehehe. So let say habis tiga bolpen. 

Itu tadi penjelasan komplit tentang ujian semester di India. Masih ada ujian lain yang cukup menarik untuk dibahas yakni tentang ujian praktek. Kapan-kapan saya akan buat tulisan tentang it.

See you !


Share this :

Previous
Next Post »
1 Komentar
avatar

Sangat gamblang dan keren sekali. Saya suka sistem ini meskipun it sounds so tiring. Terima kasih telah berbagi.

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔