Skip to main content

My "Amazing" College - Kuliah Tingkat Akhir



Sepertinya dimanapun kita sekolah, yang namanya kuliah tingkat akhir pasti akan selalu hectic. Di Indonesia misalnya, tingkat akhir selalu diidentikkan dengan pembuatan skripsi. Saya belum pernah merasakan betul kuliah di Indonesia. Pernah merasakan sih, tapi hanya 2 semester, setelah itu... here I have been.... :D Kalau dilihat di meme-meme yang selalu bersliweran di Instagram, nampaknya skripsi memang ngeri. Namun kali ini saya akan berbagi sedikit cerita bagaimana kuliah tingkat akhir di kampus saya, terkhususnya jurusan BSc Microbiology, Genetics, & Chemistry (MGC).

Kuliah 4 Bulan
Dalam satu semester, waktu efektif kuliah adalah 4 bulan. Total mata kuliah wajib teori ada 6; Agricultural Microbiology, Immunology, Population Genetics Advanced Technique in Genome Analysis, Organic & Inorganic Chemistry, dan Physico Analysis in Spectroscopy. Ditambah 2 mata kuliah teori pilihan, saya mengambil kelas Biotechnology dan Dasar-dasar Perpajakan. I know it sounds weird for a science student to study taxation, but believe me, it's fun tho (semester ini saya berencana mengambil kelas Dasar-dasar Perbankan. Sub-total credits untuk mata kuliah teori dalam satu semester adalah 26 credits. Itu belum semuanya, karena masih ada mata kuliah praktek (lab) yaitu 6 Paper. Sub-total credits untuk mata kuliah praktek adalah 12 credits. Total keseluruhan adalah 38 credits. Semester-semseter sebelumnya total kredit adalah 25 credits. Jadi kenaikan jumlah kredit untuk tingkat akhir adalah 50%.

Lalu bagaimana sistem kuliah tahun terakhir dengan kenaikan jumlah kredit sebanyak itu? Seperti semester sebelumnya, hari kuliah masih tetap sama, Senin sampai Sabtu. Bedanya, tahun ini kami kuliah setiap hari dari jam 9 sampai jam 5. Semester lalu hanya 3 hari kami kuliah sampai jam 5, sisanya kami bisa pulang pukul 4. Perkuliahan disini tidak ada jeda, alias tidak ada jam/waktu kosong. Kami bisa pulang setelah semua kelas selesai, yaitu pukul 5. Tidak hanya itu, dalam satu minggu kami ada 6x praktek lab yang sebelumnya hanya 3x ngelab. 

Ujian 1 Bulan
Semakin banyak jumlah mata kuliah maka semakin lama pula ujiannya. Kegiatan belajar mengajar ditutup dua hari sebelum Internal Exams. Setelah internal exams kami diberi waktu 5 hari untuk persiapan Final Exams alias UAS. Berhubung kami ada 8 mata kuliah teori, dan tiap ujian diberi jeda satu hari jadi UAS teori selesai sekitar 2.5 minggu. Setelah UAS teori selesai, kami masih harus menghadapi Practical Exams alias ujian praktek di lab. Ujian praktek dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut tanpa jeda mulai hari Senin hingga Sabtu, jadi satu hari satu mata kuliah praktek (total  mata kuliah praktek).


Libur Semester
Libur, adalah hal yang paling kami nanti-nanti setelah ujian semester yang sangat panjang. Namun betapa sedihnya kami ketika dekan kami memberi tahu bahwa kuliah semester genap dimulai pada hari Senin. Itu artinya kami hanya mendapat libur selama 1 hari, yakni di hari Minggu saja. Dekan kami mengatakan bahwa libur seharusnya 10 hari, karena tahun sebelumnya kami mendapat libur 10 hari. Namun karena mahasiswa tingkat akhir ujiannya lebih banyak alhasil libur kami terpotong dengan ujian - yaah sama aja bohong libur sehari itupun hari Minggu :(

Memasuki Semester Genap
Saya pikir minggu pertama semester baru dosen tidak akan "ngobrol" yang serius karena kami juga baru kemarin sore selesai ujian, namun dugaan saya salah. Hari pertama kuliah kami langsung disuguhi dengan Assormatic Mating, Reaction Kinetics, dll. But it's okay tho, this is final year and I am sure everything is worth it :)

NB. Saat ini saya sudah memasuki kuliah tingkat akhir semester genap. InsyaAllah ini adalah semester akhir saya dan mudah-mudahan dilancarkan oleh Allah semua urusan disini. Aamiin :)

Comments

  1. Waw mantabs mba Rahma. Subject study yg sangat menarik dan tertarik utk mengambil subject tsb di jenjang S3 di India. Mba rahma kuliah di univ mana di India ? Tks.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BEASISWA ICCR INDIA UNTUK S1-S3 TAHUN 2020-2021

Beasiswa Indian Council for Cultural Relations (ICCR) 2020-2021
Assalamu'alaikum teman-teman :) Mudah-mudahan teman-teman selalu sehat dan masih semangat ya karena saat yang selalu ditunggu-tunggu telah tiba. Yes, benar sekali. Beasiswa pemerintah India ICCR untuk jenjang S1-S3 tahun 2019-2020 akhirnya dibuka. Sudah banyak teman-teman yang menyapa saya di email dan Instagram untuk menanyakan perihal ICCR ini. Baiklah tanpa basa-basi lagi kita mulai saja ya.
Sekilas Tentang ICCR  Ternyata masih banyak juga teman-teman yang bertanya ke saya "Kak, ada gak sih beasiswa buat ke India?" dan semacamnya. Bagi yang belum kenal dengan Beasiswa ICCR, berikut saya utarakan lagi ya teman-teman. Indian Council for Cultural Relations (ICCR) adalah sebuah badan pemerintahan dibawah Ministry of Foreign Affairs (a.k.a Kemlu). Salah satu program ICCR adalah penyediaan beasiswa belajar di India untuk semua jenjang S1, S2, S3, dan Research untuk semua jurusan kecuali Kedokteran (Medicine) da…

[FAQ] Mencari Tempat Tinggal di India

Pertanyaan seputar mencari tempat tinggal di India dalam rangka studi merupakan salah satu pertanyaan yang cukup populer. Saya juga baru menyadari bahwa saya belum pernah membuat tulisan terkait hal tersebut. Jadi bagi teman-teman yang sedang istikharah untuk studi di India, mari kita belajar dulu ilmu mencari tempat tinggal disini.

Artikel ini berjudul 'mencari tempat tinggal' karena memang dikhususkan untuk teman-teman yang siapa tahu nanti kampus nya tidak menyediakan asrama (hostel) seperti kampus-kampus saya. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman selama saya sekolah di Delhi dan Hyderabad namun informasi yang tertulis bersifat umum.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, saya ingin menyampaikan bahwa untuk teman-teman yang hendak belajar di kampus India, alangkah baiknya mencari informasi dahulu apakah kampus memfasilitasi hostel bagi mahasiswa asing. Informasi bisa didapatkan melalui website kampus atau bertanya langsung kepada mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di …

A Poem on Humanity : The Rotating Sphere

This world already lacks of love and humanity. Do not live in that kind of world. Build your own world. Decorate it with love, joy, and humanity, and live in it. That is the actual world. The prior is fake, or you can nickname it, The Rotating Sphere. If your own world does not have those accessories, then where will you run when the sphere becomes totally loveless?
We are too busy running for president, or striving for Nobel Prize by discovering more galaxies, or memorizing a hundred digits of Pi. We describe it as civilization. But pity, within us, are uncivilized.
Be on The Mother Earth. Stay on Her lap. But do not live it. Live what is within, and you will be more humane.
****

I love poems since I was 15. I love reading them, but never confident enough to write my own. But when I find the right time, idea, and sense, all those three combinations will suffice to drive me to write one. Most of the time, I will just keep my sketchy poems for myself.

The Rotating Sphere, I think, deserves for publicati…